Kisah Kyai Pamungkas: UPACARA TENGKORAK WANITA MALAM
TENGAH malam itu di sebuah ruangan, ketujuh lelaki dan empat wanita berkulit kuning berdiri mengelilingi meja panjang. Di atas meja tersebut tertumpuk tulang belulang serta tengkorak manusia.
Sementara itu, harum dupa menusuk hidung dan asap dari nyala lilin aneka warna membuat perih mata. Dalam sikap diam, mereka menunggu pelaksanaan upacara “pembaptisan” wanita nakal muda di rumah bertingkat dua di jalan Empat Taman Len Seng, kawasan Cheras, daerah pinggiran Kuala Lumpur Malaysia.
Perlahan seorang wanita belia berparas cantik, diapit sepasang lelaki dan wanita, maju mendekati meja. Kemudian, sebilah pisau diberikan kepada. wanita yang berada di tengah tadi. Upacarapun dimulai. Dengan mengeluarkan rintihan kecil, si wanita menusuk jari tengahnya dengan pisau tadi, darah segar menetes ke tumpukan tengkorak…
Cerita itu belakangan, diungkapkan kembali bos wanita muda tersebut kepada polisi. Setengah bulan setelah upacara “pembaptisan” itu polisi menggulung sindikat pelacuran itu. Rupanya, Sebelas hari setelah upacara, si gadis dari Sungai Besi, Kuala Lampur itu berhasil melarikan diri.
Dari mulut cewek berusia 17 tahun ini, polisi mendapat cerita tentang liku-liku komplotan penjual wanita muda tersebut. “Saya dipaksa menjadi pelacur.” Penuturan wanita cantik berkulit kuning langsat itu kepada polisi
Menurut wanita ini, dia terpaksa menjalankan upacara dan merelakan tubuhnya menjadi mangsa lelaki hidung belang karena takut ancaman anggota sindikat, yang akan mencelakakannya jika tidak mematuhi perintah.
Sindikat yang menganut salah satu aliran hitam itu rupanya mensyaratkan upacara dengan piranti tengkorak, setiap kali korban akan dipasarkan! Mereka melakukan upacara tersebut untuk melakukan kontrol mental terhadap calon korban.
Tanpa menunggu lebih lama, polisi masuk dan menggeledah rumah di jalan Taaman Len Seng tersebut. Polisi berhasil meringkus 6 lelaki dan keberapa wanita muda, semuanya keturunan Tionghoa.
Di kamar utama rumah itu polisi menemukan 19 tengkorak dan 16 kantung plastik berisi tulang belulang manusia. Di tiga kamar yang lain, polisi menemukan lagi 84 potong tulang manusia. Sampai saat ini polisi belum tahu persis jumlah wanita yang menjadi korban sindikat ini.
‘Selain takut kutukan ilmu hitam, saya kira mereka juga takut ancaman komplotan itu kalau melapor.” jelas salah seorang polisi yang menangani kasus tersebut kepada wartawan. Wallahu a’lam bissawab. ©️KyaiPamungkas.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098





Users Today : 435
Users Yesterday : 970
This Month : 14659
This Year : 80061
Total Users : 1883685
Who's Online : 3